“Ladies first….ladies first…”

Bis dan taksi merupakan alat transportasi umum yang biasa ditemukan di Qatar. Biaya yang dikeluarkan untuk menumpang bevariasi tergantung jauh dan dekat jarak yang ditempuh. Untuk sekali jalan menghabiskan kita-kira QR 3-4. Fasilitas bis cukup nyaman karena dilengkapi dengan A/C. Penumpang wanita dan keluarga sangat diutamakan. Kursi barisan depan diperuntukkan untuk wanita dan keluarga. Sangatlah aman bagi penumpang wanita berpergian menggunakan bis. Wanita pun kadang menjadi mahluk yang langka bagi sebagian orang yang tidak biasa melihat wanita menumpang bis. Kondisi seperti ini sangat biasa. Ketika berjalan di kerumunan pun puluhan bahkan ratusan pasang mata memandang dengan tajam seakan ingin melahap dan kadang disiulin juga (burung kalee…). Awalnya sih saya risih tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa dan cuek saja.

 

Selama hari-hari biasa bis tidak terlalu penuh. Tapi jangan harap pada hari kamis, jumat dan sabtu (weekend di Qatar adalah Jumat-Sabtu) ataupun di hari libur nasional, bis pasti sangat penuh dan dijejali berbagai penumpang dari berbagai bangsa dengan aroma yang berbeda pula seperti dari India, Bangladesh, Pakistan, Nepal, Mongolia, Filipin, dan tentu saja Indonesia. Ketika mengantri bis di terminal, sudah pasti berdesak-desakan dan saling dorong begitu juga ketika akan menaiki bis. Kondisi yang biasa ditemukan di Indonesia. Pada saat itu biasanya sang kondektur akan berteriak meminta para penumpang untuk mengantri dengan tertib sambil meneriakan “ladies first…ladies first…..” apabila melihat penumpang wanita di antara kerumunan. Penumpang wanita memang sangat sedikit dibandingkan penumpang pria, kadang-kadang hanya 3-5 penumpang wanita.

 

Apabila bis berhenti di setiap perhentian bis dan ada penumpang wanita ingin naik bis, maka sang kondektur akan meminta para penumpang pria yang duduk di kursi yang disediakan untuk wanita/keluarga untuk segera pindah tempat atau berdiri. Terkadang saya mendengar penumpang menggerutu. Tapi apa mau dikata. Hal tersebut wajib dilakukan.

Say your words