Makhluk Kecil Imut

Arrrggggghhhhhh!!!!!…..tiba-tiba terdengar teriakan dari seberang kamar sambil diselingi teriakan memanggil nama saya. Saya pun bergegas menuju sumber teriakan tersebut. Ternyata, teman saya shock gara-gara ada mahluk kecil imut yang sedang merayap di dinding ke kamarnya.

 

 Ada kutu di kamar gw’’, begitu katanya. Saya pun sibuk mencari tau jenis kutu apakah itu.

 

Akhir-akhir ini teman saya itu sering gatal-gatal tak jelas. Badannya bentol-bentol merah seperti kena alergi. Dia bilang gatal-gatal ini diperoleh dari tempat tidurnya. Insting saya pun langsung bereaksi.

 

Jangan-jangan ada kutu busuk di tempat tidur loe,”kata saya.

 

Dalam hati saya juga berpikir jangan-jangan tumila alias kutu tempat tidur ada di Qatar.  Tapi saya pun tidak yakin dengan pemikiran saya tadi. Mana mungkin di Qatar ada binatang seperti itu.

 

Nah, sore itu dia berencana mengganti sepreinya sekalian ingin mengecek penyebab bentol-bentolnya. Sewaktu dia melepaskan seprei tempat tidurnya merayaplah mahluk kecil berwarna hitam. Wah, ternyata mahluk kecil imut hitam itulah biang keroknya. Saya pun tertawa geli.

 

Ternyata bener kutu ini! Wah kutu beginian kan cuman adanya di negara-negara berkembang dan terbelakang!”, komentar saya sambil terkekek.

 

Saya terpingkal-pingkal tertawa sembari ditatap sebel campur kesel oleh teman saya. Saya hanya tidak habis pikir bagaimana bisa ada sang tumila di tempat tidur teman saya yang notabene bukan kategori tempat tidur kotor alias jorok. Selain itu jenis kasur teman saya adalah spring bed bukan kapuk yang merupakan tempat favorit sang mahluk imut.

 

Setelah diusut dan hasil tanya sana-sini, ternyata mahluk itu diperoleh apabila naik taksi. Nah,  taksi kan lembab, jadi si kutu suka bersarang di jok taksi. Selain itu mungkin dia juga ingin jalan-jalan keliling Doha kali ye.. Dan tanpa disadari dia menempel di baju ketika sedang di dalam taksi. Sewaktu turun dari taksi sang kutu juga ikutan. Mungkin dia ingin mencari tempat baru. Ya, salah satunya adalah membangun kerajaan baru di kasur teman saya.

 

Sembari ngomel-ngomel teman saya pun sibuk membersihkan kasur dan kamarnya. Dia mendadak jadi rajin bersih-bersih hehe..

 

Akhirnya mahluk kecil imut alias tumila tadi pun tinggal fosilnya saja karena sudah gepeng di dinding gara-gara kena tapak sakti teman saya.

 

 

PS (Pesan Sponsor): Ayo mas-mas dan mbak-mbak dicek kasurnya. Jangan-jangan ada si imut di sela-sela kasur sedang berleyeh-leyeh..:D

Comments (1) »

Family Day

Ketika membaca judulnya pasti penasaran kan dengan isinya..hehe..Nah ada cerita lucu lainnya juga neh di Qatar.

 

Pusat perbelanjaan di Qatar kadang suka seenak udelnya aja memberlakukan peraturan untuk mengunjungi mall. Suatu ketika, kita mendapat undangan reuni dengan teman lama. Kebetulan mereka sekeluarga mengunjungi Qatar. Jadilah kita diundang untuk bertemu di Villagio (salah satu mall besar di Qatar). Rombongan kita cukup banyak sekitar 15 orang termasuk tiga orang wanita (termasuk saya di dalamnya). Nah, waktu itu rombongan kita terpisah-pisah. Kebetulan kami, para wanita, dan dua orang teman pria lainnya masuk terlebih dahulu ke dalam mall. Dan akhirnya berjumpa dengan teman kami itu. Tak berapa lama kami mendapat telpon dari salah satu teman yang terpisah tadi. Ternyata mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam mall dengan alasan bahwa hari ini mall hanya untuk keluarga alias family day. Kami berasumsi bahwa ketika kami masuk mall tadi petugas mengira kami adalah keluarga sehingga mereka tidak curiga. Dan kamipun tidak menyadari kalau ada family day hari itu. Kami pun memutar otak supaya teman-teman kami bisa masuk. Akhirnya secara bergantian kami para wanita menjemput teman-teman kami yang di luar mall dan berakting seolah-olah kami adalah keluarga dan kami pun masuk melalui pintu yang berbeda. Alhasil trik kami berjalan mulus. Semua teman kami bisa masuk ke dalam mall dan akhirnya kami pun bisa reuni dengan sang teman lama.

 

Peraturan seperti ini sangat biasa di Qatar. Mall bisa saja memberlakukan peraturan ini tanpa pemberitahuan sebelumnya atau mungkin saja mereka sudah mengumumkannya jauh-jauh hari. Tapi peraturan ini tidak diberlakukan serentak di semua mall di hari yang sama. Kadang peraturan berlaku Jumat ini di mall yang satunya dan mungkin Jumat depan di mall yang lain. Kalau peraturan ini sudah berlaku, laki-laki tidak akan bisa masuk mall. Selain keluarga, hanya wanita yang diperbolehkan masuk (asik kan..semangat belanja jadi tidak down..). Akhirnya para lelaki kadang menyiasatinya dengan mendekati para wanita dan berakting seolah satu keluarga supaya bisa masuk. Yah, syukur-syukur kalau tidak diperiksa kartu identitasnya. Kalau keciduk, bakal berabe juga.

 

Pemerintah Qatar juga kadang memberlakukan peraturan ini tidak hanya di mall tapi juga di tempat-tempat umum lainnya seperti di taman. Suatu hari saya pernah jalan-jalan di Corniche (daerah pinggir pantai di Qatar). Hari itu saya tidak tau kalau ada family day. Rencananya hari itu saya ingin foto-foto. Ceritanya saya ingin belajar fotografi. Nah, masuklah saya ke wilayah Corniche. Selagi saya asik mengambil foto, tiba-tiba saya didekati seorang pria berbaju sport yang ternyata adalah polisi yang berpakaian preman. Dia bertanya,”what are you doing ma’am?” Saya jawab saja,” I am taking pictures”. Bla..bla..dia menjelaskan kalau hari itu adalah family day dan alasan-alasan lainnya. Dan saya pun diperbolehkan melanjutkan aktivitas karena saya seorang wanita. Akhirnya lolos lah saya dari upaya pengusiran karena tadi saya melihat petugas itu telah mengusir dua orang pria yang sedang berleyeh-leyeh di rumput.

No comment »

Hati-hati apabila jalan sendiri..

Saya tidak pernah membayangkan kalau saya pun mengalami kejadian geblek ini bahkan di mimpi buruk pun kejadian seperti ini tidak pernah nongol. Sewaktu itu saya sedang menunggu bis di depan Tebah Petrol karena saya mau pergi ke City Centre (salah satu mall besar di Qatar) untuk menonton film Indiana Jones terbaru bersama seorang teman. Sudah lebih dari satu jam saya menunggu tetapi tidak ada taksi yang lewat. Tak berapa lama sebuah taksi gelap (di Qatar biasa disebut car lift) melintas dan berhenti di depan saya. Dia menawarkan tumpangan dan menawarkan QR15 ke City Centre. Karena waktu sudah mepet tanpa berpikir panjang saya pun menyetujuinya. Awalnya saya ingin duduk di belakang tapi dia menwarkan duduk di depan. Akhirnya saya menyetujuinya. Tak ada terlintas perasaan curiga sama sekali karena dia sangat ramah. Kami berkenalan. Dia berasal dari Syria. Dia tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Selama perjalanan perasaaan saya sangat tidak enak.  Perjalanan sangat lama dan spertinya berputar-putar tidak jelas. Tiba-tiba, dia mulai menyentuh tangan saya.dan saya menepisnya. Waduh mati mampus! Saya benar-benar salah naik taksi. Saya naik taksi dengan supir sakit jiwa. Ketika mendekati City Centre dia (maaf) mulai meremas-remas kemaluannya. Hiiii…Mengerikan sekali! Saya bingung dan ketakutan antara ingin menghentikan taksi ini atau tidak. Untungnya saya sudah mendekati City Centre.  Saya berteriak meminta dia untuk menghentikan mobilnya. Dia menghentikan mobilnya. Mukanya yang tadinya saya kira ramah berubah menjadi marah seperti ingin menerkam..  Saya diberhentikan di roundabout tidak begitu jauh dari City Centre. Dengan nada tinggi dia berkata, “money!”. Saya berikan uang QR15 dan langsung keluar dari taksi. Dia ingin memegang punggung saya tapi tidak sempat karena tangannya saya tepis. Saya berjalan menunju City Centre sambil gemeteran karena ketakutan sembari meratapi kebodohan saya yang sangat ceroboh sekali. Saya jadi teringat cerita-cerita seram di tanah Arab yang diceritakan teman-teman bagaimana sangat berbahayanya bagi wanita berpergian sendiri. Saya betul-betul kecolongan. Mendadak, saya menjadi ketakutan melakukan perjalanan sendiri. Kejadin itu bener-benar membekas di hati saya.

 

Kejadian itu membuat saya mengerti bahwa melakukan perjalanan sendiri sangatlah berbahaya. Saya terdiam sejenak dan berpikir apakah saya akan melakukan perjalanan sendiri lagi. Apakah kejadian itu akan memadamkan semangat perjalanan saya ketika jauh dilubuk hati ada perasaan yang mengelora ingin melihat dunia di seberang sana. Melihat kehidupan lain di luar diri saya. Saya seolah-olah berdiri di persimpangan di dalam keraguan antara berhenti berjalan atau meneruskan perjalanan. Saya berusaha menanggulangi perasaan traumatik saya. Tidak ada jalan lain, saya harus mengatasi semua perasaan takut itu.

 

Saya sungguh menarik pelajaran berharga dari kejadian itu. Saya akan lebih berhati-hati dan tidak bersikap naïf. Sekarang sih saya sudah baik-baik saja dan sudah bisa menertawakan kebodohan saya sendiri dan tentu saja tetap melanjutkan petualangan saya yang lain lagi.

No comment »

“Ladies first….ladies first…”

Bis dan taksi merupakan alat transportasi umum yang biasa ditemukan di Qatar. Biaya yang dikeluarkan untuk menumpang bevariasi tergantung jauh dan dekat jarak yang ditempuh. Untuk sekali jalan menghabiskan kita-kira QR 3-4. Fasilitas bis cukup nyaman karena dilengkapi dengan A/C. Penumpang wanita dan keluarga sangat diutamakan. Kursi barisan depan diperuntukkan untuk wanita dan keluarga. Sangatlah aman bagi penumpang wanita berpergian menggunakan bis. Wanita pun kadang menjadi mahluk yang langka bagi sebagian orang yang tidak biasa melihat wanita menumpang bis. Kondisi seperti ini sangat biasa. Ketika berjalan di kerumunan pun puluhan bahkan ratusan pasang mata memandang dengan tajam seakan ingin melahap dan kadang disiulin juga (burung kalee…). Awalnya sih saya risih tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa dan cuek saja.

 

Selama hari-hari biasa bis tidak terlalu penuh. Tapi jangan harap pada hari kamis, jumat dan sabtu (weekend di Qatar adalah Jumat-Sabtu) ataupun di hari libur nasional, bis pasti sangat penuh dan dijejali berbagai penumpang dari berbagai bangsa dengan aroma yang berbeda pula seperti dari India, Bangladesh, Pakistan, Nepal, Mongolia, Filipin, dan tentu saja Indonesia. Ketika mengantri bis di terminal, sudah pasti berdesak-desakan dan saling dorong begitu juga ketika akan menaiki bis. Kondisi yang biasa ditemukan di Indonesia. Pada saat itu biasanya sang kondektur akan berteriak meminta para penumpang untuk mengantri dengan tertib sambil meneriakan “ladies first…ladies first…..” apabila melihat penumpang wanita di antara kerumunan. Penumpang wanita memang sangat sedikit dibandingkan penumpang pria, kadang-kadang hanya 3-5 penumpang wanita.

 

Apabila bis berhenti di setiap perhentian bis dan ada penumpang wanita ingin naik bis, maka sang kondektur akan meminta para penumpang pria yang duduk di kursi yang disediakan untuk wanita/keluarga untuk segera pindah tempat atau berdiri. Terkadang saya mendengar penumpang menggerutu. Tapi apa mau dikata. Hal tersebut wajib dilakukan.

No comment »

..mendadak jadi sophaholic di Qatar…

Wah saya tidak pernah membayangkan kalau saya jadi tukang belanja di Qatar. Kalau di Indonesia sih saya suka juga belanja tapi saya lebih tertarik membeli barang second di Senen. Sebenarnya saya bukan tipe tukang belanja tapi melihat sale Mango dan Zara saya jadi ikutan kalap juga. Kalau di Indonesia boro-boro saya samperin toko-toko itu,  saya lihatpun tidak, tapi di sini saya koq jadi ikutan kalap ya..Awalnya saya tidak tertarik juga ikutan nimbrung di counter sale, tapi memang karena saya adalah wanita jadi naluri belanja menghampiri saya juga…hehe..

 

Sale di Qatar memang sungguh sale. Tidak seperti di Indonesia kadang harga dikatrol dulu baru kemudian harga diturunkan. Kalau begitu sih sama saja dengan harga aslinya. Kalau di Qatar, sale ya memang sale. Sale di Qatar biasanya di mulai sekitar bulan Juni dan biasa disebut dengan Summer Sale dan juga ada sale akhir tahun atau Winter Sale. Baju-baju musim dingin biasanya dijual murah di musim panas atau sebaliknya. Sale juga bervariasi mulai dari 20-50%. Dan kalau sudah agak lama, sale akan jadi 75%. Biasanya sale seperti ini ditemukan di counter Mango dan Zara..Wah, mana ga kalap tuh..Kan asik rebutan baju sama orang dari negara-negara lain…hehe..Saya kira orang bule atau orang dari negara Middle East lainnya tidak kalap kalau lihat sale ternyata sama saja. Ternyata, bule juga manusia gitu loh.

 

Lebih asiknya lagi pihak counter akan menghubungi kita kalau ada sale. Langsung saja kita menyerbu counter itu setelah pulang kantor. Dan belanja kalap sambil merem menggesek kartu kredit atau ATM untuk menghabiskan pundi-pundi Qatar hehe..Ya, tak apalah, sekali-kali menghadiahi diri sendiri.

Teman-teman kadang suka sebel dengan saya karena saya biasanya paling semangat nyetanin belanja seolah-olah kita semua bakal kehilangan barang yang diinginkan. Biasanya setelah sampai di counter saya malah mendadak ilfeel belanja. Teman-teman yang tadinya tidak terlalu berminat malah jadi lebih kalap dan hal seperti ini sering kali terjadi. Akhirnya saya berasumsi, ternyata yang jadi tukang belanja itu orangnya yang itu-itu juga hehe…

 

 

PS (Pesan Sponsor): Dilarang nitip setelah baca tulisan ini hehe…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments (1) »